Dibantai Leicester City 9-0, Ralph Hasenhuttl: Itu Buat Saya Jadi Manajer Yang Lebih Baik
Ralph Hasenhuttl mengaku sudah menjadi manajer yang lebih baik menyusul kekalahan telak 9-0 yang diderita Southampton kala menjamu Leicester City pada akhir bulan kemarin.
The Saints menelan kekalahan terbesarnya di kandang berkat hat-trick yang dicetak Ayoze Perez dan Jamie Vardy, selagi Ben Chilwell, Youri Tielemans dan James Maddison turut memasukkan namanya di papan skor.
Hasenhuttl lantas dikritik habis-habisan akibat kekalahan itu dan mengaku tidak pernah merasakan hal seperti demikian dalam karier manajerialnya.
“Itu tidak pernah terjadi sebelumnya bahwa saya kalah telak seperti ini. Itu sangat berat namun itulah mengapa kami di sini,” kata Hasenhuttl dikutip dari Sky Sports News.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tidak pernah, dan di momen ini saya harus menjadi manajer yang kuat dan berusaha mencari keputusan tepat.
“Saya pikir ini adalah hari-hari baru buat saya dan sekarang saya adalah manajer yang lebih baik ketimbang sebelumnya, dan itu adalah hal bagus dari laga tersebut. Jika para pemain melihatnya dengan cara yang sama, mereka tahu bahwa mereka adalah pemain yang lebih baik di masa depan.”
Southampton menjalani laga pertama setelah kekalahan telak tersebut dengan melawan Manchester City di putaran empat Piala Liga, namun mereka kalah dengan skor 3-1.
“Setelah hasil 9-0, tidak perlu ada diskusi. Saya pikir semuanya tahu bahwa kami tidak bisa terus seperti itu dan saya rasa kalian bisa melihat pada Selasa (Rabu dini hari WIB kemarin) soal penampilan kami yang membaik.”
The Saints akan kembali bertandang ke markas City pada akhir pekan ini di Liga Primer Inggris, dengan Hasenhuttl bertekad untuk menyulitkan lawannya tersebut.
“Ini adalah laga tandang namun melawan tim yang tidak begitu buruk. Namun Anda selalu punya kesempatan,” lanjutnya.
“Saya kira kedua tim akan mengambil hal baik dan buruk dari pertandingan sebelumnya dan mencoba untuk mengubah beberapa hal. Mereka akan melakukannya dan kami juga begitu.
“Ini adalah laga lain untuk mencoba senakal mungkin dan tidak memberi lawan banyak peluang.”